Nova Widianto, Arsitek Dibalik Mahkota Dunia Chen Tang Jie-Toh Ee Wei

 

Kesuksesan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei meraih gelar Juara Dunia sekaligus mencetak Sejarah bagi Malaysia, tidak terlepas dari peran sang Arsitek Nova Widiyanto. Pelatih asal Indonesia ini membimbing Chen/Toh melalui proses yang panjang, dari mengikuti International series hingga menjadi Juara Dunia. Sempat dipisah selama 5 bulan, akhirnya Chen/Tang berhasil membuktikan kualitasnya.

Nova Widianto, telah mengukir namanya sebagai salah satu pelatih bulu tangkis tersukses di Malaysia.

Dua puluh tahun setelah meraih gelar juara dunia pertamanya bersama Liliyana Natsir pada tahun 2005 dan gelar kedua pada tahun 2007, Nova kini telah membimbing pasangan Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, meraih gelar juara dunia pertamanya di ganda campuran.

Tang Jie/Ee Wei tampil gemilang dalam kemenangan 21-15, 21-14 atas pasangan Tiongkok, Jiang Zhengbang/Wei Yaxin, di final di Adidas Arena, Paris, pada 31 Agustus, sekaligus memastikan gelar ganda campuran pertama Malaysia.

Nova-lah yang mengatur reuni mereka setelah berpisah selama lima bulan awal tahun ini, dan kepercayaannya terbayar lunas saat keduanya bangkit dari ketidakpastian untuk menjadi juara dunia.

Selamat Coach Nova alias mas Kedeng.

Berikut adalah juara ganda campuran Kejuaraan Dunia BWF dari tahun ke tahun:

– 1977: Steen Skovgaard dan Lene Køppen (Denmark)

– 1980: Christian Hadinata dan Imelda Wiguno (Indonesia)

– 1983: Thomas Kihlström dan Nora Perry (Swedia/Inggris)

– 1985: Park Joo-bong dan Yoo Sang-hee (Korea Selatan)

– 1987: Wang Pengren dan Shi Fangjing (Cina)

– 1989: Park Joo-bong dan Chung Myung-hee (Korea Selatan)

– 1991: Park Joo-bong dan Chung Myung-hee (Korea Selatan)

– 1993: Thomas Lund dan Catrine Bengtsson (Denmark/Swedia)

– 1995: Thomas Lund dan Marlene Thomsen (Denmark)

– 1997: Liu Yong dan Ge Fei (Cina)

– 1999: Kim Dong-moon dan Ra Kyung-min (Korea Selatan)

– 2001: Zhang Jun dan Gao Ling (Cina)

– 2003: Zhang Jun dan Gao Ling (Cina)

– 2005: Nova Widianto dan Lilyana Natsir (Indonesia)

– 2006: Nathan Robertson dan Gail Emms (Inggris)

– 2007: Nova Widianto dan Lilyana Natsir (Indonesia)

– 2009: Thomas Laybourn dan Kamilla Rytter Juhl (Denmark)

– 2010: Zheng Bo dan Ma Jin (Cina)

– 2011: Zhang Nan dan Zhao Yunlei (Cina)

– 2013: Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir (Indonesia)

– 2014: Zhang Nan dan Zhao Yunlei (Cina)

– 2015: Zhang Nan dan Zhao Yunlei (Cina)

– 2017: Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir (Indonesia)

– 2018: Zheng Siwei dan Huang Yaqiong (Cina)

– 2019: Zheng Siwei dan Huang Yaqiong (Cina)

– 2021: Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai (Thailand)

– 2022: Zheng Siwei dan Huang Yaqiong (Cina)

– 2023: Seo Seung-jae dan Chae Yoo-jung (Korea Selatan)

– 2025: Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei (Malaysia)

Distribusi Juara tiap negara sejak 1977-2025 :

China 11 kali

Korea 5 kali

Indonesia 5 kali

Denmark 3 + ½ kali

Swedia ½ + ½ kali

Inggris 1 + ½ kali

Thailand 1 kali

Malaysia 1 kali

(Nutv01-01092025)

 

Check Also

[Li-Ning Vietnam International Series 2025] Vano/Gloria Rebut Gelar Perdana

Kabar menggembirakan datang dari kejuaraan bulutangkis Li-Ning Vietnam International Series 2025. Gelar juara datang dari …